Sejarah terbentuknya LP3M UBB

Kehadiran Universitas Bangka Belitung (UBB) adalah cita-cita yang telah lama mengakar dalam diri masyarakat Serumpun Sebalai. Ide pembentukan UBB telah menjadi pre Determinant dari pembentukan Provinsi. Impian yang telah dipetakan jauh-jauh hari sebelumnya provinsi Bangka Belitung lahir dan semakin mengemuka seiring dengan pembentukan provinsi Bangka Belitung berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2000 Tentang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada tanggal 21 November 2000.

Universitas Bangka Belitung resmi berdiri pada tanggal 12 April 2006. Pendirian ini berbekal Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 52/ D/O/ 2006 tertanggal 12 April 2006. Pendirian UBB merupakan hasil penyatuan dari Politeknik Manufaktur Timah (Polman Timah), Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER Bangka), dan Sekolah Tinggi Teknik Pahlawan 12 (STTP 12). Pada waktu itu lokasi kampus UBB masih terpencar dimana kampus I berada di Air Kantung Sungailiat (Politeknik dan Fakultas Teknik). Kampus II menempati gedung milik Pemkab Bangka yang secara bersama ditempati pula oleh STAIN dan STISIPOL; dan Kampus III menempati gedung pinjaman Walikota Pangkalpinang. Namun seiring lonjakan jumlah mahasiswa, Yayasan UBB kemudian merencanakan pembangunan kampus terpadu UBB yang terletak di lahan seluas 152 Ha bantuan Pemerintah Provinsi dan PT Timah Tbk.

Pada awal berdirinya, status UBB secara de yure adalah pemilikan masyarakat, sedangkan secara de fakto bisa dikatakan pemilikan Pemerintah Daerah baik Provinsi, Kabupaten dan Kotamadya sebagai penyangga utama. Selain itu dukungan dari Perusahaan PT. Timah Tbk juga cukup besar yang juga memiliki ikatan emosional langsung dengan salah satu cikal bakal UBB Polman Timah, yang pada tahun 2009 kemudian berpisah dengan UBB dan bersamaan waktunya dengan UBB menjadi Politeknik Negeri dengan nama baru Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung.

Menjadi Universitas Negeri adalah dambaan masyarakat Bangka Belitung. Status negeri yang lama diperjuangkan sejak lama, resmi disandang Universitas Bangka Belitung (UBB) ketika Peraturan Presiden no.65 tahun 2010 dikeluarkan pada tanggal 19 November 2010 lalu di Jakarta. Puncaknya adalah pada hari Senin tanggal 22 November 2010 ketika Prasasti Penegerian UBB ditandatangani langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi menandatangi prasasti Penegerian Universitas Bangka Belitung (UBB) di hadapan jajaran kabinet Indonesia bersatu, tamu undangan dan ratusan mahasiswa di Auditorium Universitas Cendrawasih (Uncen), Padang Bulan, Jayapura Papua Senin (22/11) pukul 09.30 WIT.

                Pengelolaan Universitas dilaksanakan secara akuntabel dan transparan. Sistem penjaminan mutu diperlukan untuk terus mengawal mutu pengajaran dan pendidikan. Demi melaksanakan Sistem Penjaminan Mutu Internal dan mewujudkan Good Governance University (GGU), Universitas Bangka Belitung telah membentuk Lembaga Jaminan Mutu Pendidikan (LJMP) pada tahun 2006, yang memiliki fungsi menyelenggarakan penjaminan mutu terhadap program akademik di lingkungan UBB. Pada saat penetapan OTK UBB No 14 Tahun 2011 pada tanggal 6 April 2011 terdapat perubahan nama dari Lembaga Jaminan Mutu Pendidikan (LJMP) menjadi Lembaga Pengembangan Pendidikan Penjaminan Mutu (LP3M). Perubahan ini didasari oleh perubahan pedoman akademik UBB yang memuat beberapa kebijakan baru yang mengedepankan kepada komitmen manajemen terutama Pimpinan Universitas untuk menyusun dan mengimplementasikan sistem manajemen mutu dan perbaikan berkesinambungan. Beberapa komitmen itu antara lain memfokuskan pada aspek tinjauan manajemen dan tersedianya sumber daya termasuk sumber daya manusia (SDM). Fokus utama LP3M adalah dalam implementasi SPMI dalam bidang akademik dan selanjutnya bidang non-akademik seperti bidang SDM, Asset, kerja sama dan keuangan.  

Education - This is a contributing Drupal Theme
Design by WeebPal.